Anak-Anak Bukan Alat Berkuasa, Jangan Racuni Dengan Politik

Iwarta – Timses kubu opisis sepertinya sudah kehilangan akal untuk berkampanye. Pemilu yang semakin dekat, seakan membuat mereka gelap mata untuk berkuasa. Terbaru, mereka bahkan menggunakan siswa pramuka untuk meneriakkan “Ganti Presiden”. Ini anak-anak belum ada hak suara, eh dah dicekokin ae.

Bangaimana bisa nih anak-anak yang seharusnya belajar di sekolah, memperoleh pendidikan layak, malah dicekoki hal politik? Apakah memang bagian dari pramuka? Yaelah, gak ada tuh di Dwi Darma Pramuka yang isinya “Ganti Presiden”.

Buat oknum-oknum yang tega mencekoki mereka, sungguh sangat terlalu. Perbuatan mereka juga melanggar peraturan pemilu. Anak-anak yang seharusnya disekolah mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan malah dicekoki hal politik yang tidak seharusnya diberikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di lingkup sekolah. Pendidikan Pramuka bagi anak-anak yang masih bersifat universal. Selain itu, siswa sebagai peserta didik harus netral dari gerakan politik.

Di UU No 7 Tahun 2017 maupun PKPU sudah ada larangan untuk berkampanye di lingkungan sekolah maupun universitas, juga UU No 35 Tahun 2014 tentang larangan anak-anak untuk berkampanye. Bayangkan saja guys, saking ngebetnya mau berkuasa, sampai-sampai mempolitisasi pendidikan dan juga anak-anak yang masih dibayah umur. Waduh, bahaya nih kalau sampai kepilih, bisa balik lagi ke tahun 1998 dong! Doktrin oh doktrin!

Sejak 2014, kubu pendukung Prabowo memang sudah gembar-gembor kampanye dengan cara yang negatif. Ini juga sudah dibuktikan dengan sajak yang Prabowo bacakan, berjudul, “asal santun”. Bagaimana kita melihat sisi positif dari pemimpin jika diperbolehkan korupsi asal santun, diperbolehkan berbohong asal santun. Justru ulah para pendukung oposisi malah mencukur Prabowo dengan kesan Gagal Perkasa-nya Prabowo di hadapan masyarakat.

Ini Pemilu, pesta demokrasi masyarakat memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani, pemimin yang jelas kinerja, dan rekam jejaknya. Namun, kubu dari oposisi seakan mengintervensi masyarakat dengan memaksa untuk memilih Prabowo. Bahkan, menggunakan cara-cara yang busuk untuk kepentingan pribadi mereka, sampai kapan kalian bermain dengan hal-hal seperti ini? Candu politik, candu kuasa, itu memang boleh, tapi gunakan cara yang sehat dan logis.

Tonton juga video “BIKIN BAPER!!! Karena kangen, cowok ini bilang seperti ini kepada pasangannya”

Source Gagal Perkasa Topeng Murahan

Silahkan klik tombol Berlangganan di bawah untuk mendapatkan berita terupdate dari Iwarta

You might also like
  1. Reyhan says

    biadab !
    Tak sepatutnya anak dibawah umurdiajarkan cara berpolitik kotor !

Leave A Reply

Your email address will not be published.