Polemik Boyolali Dan Prabowo Makin Panas!

Iwarta – Tampang Boyolali yang diucapkan Prabowo saat berkunjung ke kota susu tersebut kini berbuntut panjang. Bahkan, warga Boyolali melakukan aksi unjuk rasa dan yang lebih panas, sang bupati menyebut Prabowo “Asu” (anjing).

Dalam orasi menentang Prabowo, Seno Samodro selaku Bupati Boyolali mengatakan bahwa Prabowo tidak seharusnya menghina orang Boyolali. Akibat kemarahan yang memuncak, Seno tak segan-segan meneriakkan “Prabowo asu”.

Bukannya minta maaf, tim Prabowo malah melaporkan Seno Samodro ke pihak kepolisian. Namun, jika kita menilik kembali penghinaan Prabowo, rasanya ini cukup wajar, sang Bupati hanya ingin menyampaikan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Sebagai seorang pemimpin di daerahnya, tentu ucapan tersebut menggambarkan apa yang juga dirasakan oleh warganya.

Entah mengapa, pihak dari Prabowo menolak untuk meminta maaf karena menurut mereka pernyataan yang dilontarkan Prabowo tidak bermaksud menghina masyarakat Boyolali. Lalu, mengapa tokoh sekaligus calon presiden melontarkan kalimat tersebut, padahal dirinya mengklaim bahwa dirinya selalu bersama rakyat, mengayomi dan mencintai rakyat.

Masyarakat kini mulai bijak, mereka menginginkan pemimpin yang lahir dan dekat dengan rakyat. Memperhatikan rakyat bukan hanya omong kosong belaka. Pemimpin merupakan cerminan dan re dari masyarakat, tidak bersifat arogan, dapat menjadi contoh untuk rakyatnya. Saya Boyolali!

Tonton juga video “HTI Itu Apa dan Kenapa Dibubarin oleh Pemerintah ? Ini Penjelasanya!!”

Silahkan klik tombol Berlangganan di bawah untuk mendapatkan berita terupdate dari Iwarta

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.